Sejarah Desa
Sejarah Desa Resapombo berakar dari era kolonialisme. Dahulu, wilayah ini merupakan kawasan hutan belantara yang kemudian dibuka oleh pihak Belanda (di bawah pimpinan Tuan Warcell dan Tuan Essling) untuk dijadikan kawasan perkebunan kopi, karet, teh, dan kakao. Seiring berjalannya waktu, didirikan pula pabrik pengolahan, perkantoran, serta perumahan (loji) bagi para pengelola perkebunan.
Para pekerja pribumi kemudian membentuk tatanan pemukiman di tingkat persil yang dipimpin oleh seorang Polo Kampung bernama Joyo Bung (menjabat 1905–1920). Karena letaknya yang cukup tinggi dan dapat melihat kawasan di sebelah selatan, pemukiman tersebut awalnya dinamakan Nyawangan. Kepemimpinan Polo Kampung dilanjutkan oleh Kasmorejo (1920–1942), Karsonawi (1942–1945), dan Boiman (mulai 1945).
Pada tahun 1946, melalui Program P4AKS, kawasan Nyawangan ditata ulang dengan membagikan lahan perkebunan menjadi hak garap penduduk serta tanah bengkok bagi pamong desa. Bertepatan pada hari Kamis Kliwon, 17 April 1947 (23 Selo), Nyawangan resmi diubah nama menjadi Desa Resapombo oleh Bpk. Boiman. Nama ini diambil dari fenomena alam wilayah tersebut yang dahulu banyak ditumbuhi rumput resapan dalam areal yang sangat luas (ombo). Status desa berkembang dari Desa Sementara (1947), Desa Darurat (1949–1968), hingga menjadi Desa Resmi pada tahun 1969.
Visi & Misi
Visi
Mewujudkan Desa Resapombo yang Adil, Berseri, Serta Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Pembangunan Desa Berwawasan Pemerintah yang Baik
Misi
-
Meningkatkan kinerja dan pelayanan aparatur Desa yang berkualitas professional dan berjiwa pelayanan prima berbasis teknologi informasi serta meningkatkan kualitas demokrasi di Desa
null
Informasi Umum
8684
Penduduk
63/19
Rt/Rw
1249556.94
Luas Wilayah
6
Dusun